Pendampingan Agroeduwisata Geotheater untuk Pengembangan Pusat Pendidikan Karakter bagi Pendidikan Anak Usia Dini

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Oke Rosmaladewi
Suharyanto H Soro
Aldi Putra Pangestu
Muhammad Herlingga
Iwan Satriyo Nugroho
Marta Neka

Abstract

Agroeduwisata Geotheater di Sumedang memiliki potensi alam dan budaya yang belum dimanfaatkan optimal sebagai pusat pendidikan karakter bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendampingan berbasis pemberdayaan komunitas untuk menjawab kesenjangan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif, kegiatan dilaksanakan Maret–Agustus 2025 melalui tiga tahap: diagnostik, intervensi (penyusunan modul karakter berbasis outdoor learning, pelatihan pengelola, dan desain zona bermain edukatif), serta evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas 20 pengelola (dari 15% menjadi 95% memahami pedagogi PAUD), tersusunnya 12 modul tematik berbasis nilai Sunda, dan terbangunnya tiga zona bermain edukatif. Kunjungan PAUD meningkat signifikan, dan 100% aktivitas Geotheater kini terintegrasi nilai karakter. Temuan ini membuktikan bahwa agroeduwisata dapat bertransformasi menjadi ruang edukatif bermakna jika dikolaborasikan dengan prinsip pembelajaran usia dini dan kearifan lokal                                           

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Oke Rosmaladewi, Suharyanto H Soro, Aldi Putra Pangestu, Muhammad Herlingga, Iwan Satriyo Nugroho, & Marta Neka. (2025). Pendampingan Agroeduwisata Geotheater untuk Pengembangan Pusat Pendidikan Karakter bagi Pendidikan Anak Usia Dini . JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 6(4), 2773-2788. https://doi.org/10.37339/jurpikat.v6i4.2862

References

Gruenewald, D. A. (2003). The best of both worlds: A critical pedagogy of place. Educational Researcher, 32(4), 3–12. https://doi.org/10.3102/0013189X032004003

Haryanto, T. (2021). Penguatan karakter anak usia dini melalui pendidikan lingkungan berbasis agroeduwisata. Jurnal Pendidikan Anak, 10(1), 45–58. https://doi.org/10.21831/jpa.v10i1.33456

Louv, R. (2008). Last child in the woods: Saving our children from nature-deficit disorder (2nd ed.). Algonquin Books.

Sobel, D. (2012). Place-based education: Connecting classrooms and communities. Orion Society.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Gruenewald, D. A. (2003). The best of both worlds: A critical pedagogy of place. Educational Researcher, 32(4), 3–12. https://doi.org/10.3102/0013189X032004003
Louv, R. (2008). Last child in the woods: Saving our children from nature-deficit disorder (2nd ed.). Algonquin Books.
Reason, P., & Bradbury, H. (2022). Handbook of action research: Participative inquiry and practice (2nd ed.). SAGE Publications.
Sobel, D. (2012). Place-based education: Connecting classrooms and communities. Orion Society.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Pedoman penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan. Kemdikbudristek.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumedang. (2025). Laporan statistik kunjungan objek wisata tahun 2024 (Dokumen internal).
Gruenewald, D. A. (2003). The best of both worlds: A critical pedagogy of place. Educational Researcher, 32(4), 3–12. https://doi.org/10.3102/0013189X032004003
Haryanto, T. (2021). Penguatan karakter anak usia dini melalui pendidikan lingkungan berbasis agroeduwisata. Jurnal Pendidikan Anak, 10(1), 45–58. https://doi.org/10.21831/jpa.v10i1.33456
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Pedoman penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan. Kemdikbudristek.
Louv, R. (2008). Last child in the woods: Saving our children from nature-deficit disorder (2nd ed.). Algonquin Books.
Prasetyo, A., & Hidayat, R. (2022). Model pengembangan agroeduwisata berbasis keluarga di Lembang. Jurnal Pariwisata Terapan, 7(2), 112–125.
Sobel, D. (2012). Place-based education: Connecting classrooms and communities. Orion Society.
Pemerintah Kabupaten Sumedang. (2024). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumedang 2024–2029.
Ruhana Afifi, Mulatsih Sri Utami, Rachmat Setiawan, Iyus yuswara, Ade Tuty Rokhayati Rosa, Okke Rosmaladewi, Wahyu Satya Gumelar, ANALISIS PEMAHAMAN DAN PRAKTIK PENDIDIKAN KARAKTER OLEH GURU SEKOLAH DASAR (Studi Deskriptif Kualitatif di Gugus Prabu Jaya Pertika Kota Tasikmalaya) Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 6, No 3 (2025) https://jurnal.unigal.ac.id/J-KIP/article/view/20233

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>