Kolaborasi Branding 50 Tahun Sindang Reret: Strategi Sinergis Antara Dunia Usaha dan Akademisi dalam Penguatan Identitas Budaya

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Harry Atmami
Imam Budi Sumarna

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat identitas budaya lokal melalui strategi branding yang melibatkan kolaborasi antara dunia usaha yaitu Sindang Reret dan akademisi. Dalam rangka perayaan 50 tahun Sindang Reret sebagai ikon kuliner Sunda, tim pengabdi dari institusi pendidikan tinggi melakukan pendekatan kolaboratif dalam perancangan identitas visual, narasi sejarah, serta aktivasi media digital yang merepresentasikan nilai-nilai budaya Sunda. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lokakarya, observasi lapangan, dan co-creation branding. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman nilai budaya dalam komunikasi merek dan terciptanya materi promosi berbasis narasi budaya. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa sinergi antara pelaku usaha dan akademisi dapat menciptakan nilai tambah kultural dan ekonomis secara simultan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Harry Atmami, & Imam Budi Sumarna. (2026). Kolaborasi Branding 50 Tahun Sindang Reret: Strategi Sinergis Antara Dunia Usaha dan Akademisi dalam Penguatan Identitas Budaya . JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 7(1), 555-565. https://doi.org/10.37339/jurpikat.v7i1.2977

References

Ashworth, G. J., & Kavaratzis, M. (2020). Towards effective place brand management: Branding European cities and regions. Edward Elgar Publishing.
Balashova, E., & Urupa, M. (2024). Cultural branding as a strategic resource for local business sustainability. Journal of Cultural Marketing, 8(1), 22–38.
Bibilashvili, K. (2023). Cultural narratives and brand authenticity in local food branding. Journal of Brand Strategy, 12(2), 145–158.
Brennan, M. A., & Israel, G. D. (2020). Community development and engaged scholarship: Partnerships for social change. Journal of Community Practice, 28(3), 235–252.
Honjo, K. (2020). Storytelling and emotional branding in cultural products. International Journal of Arts Management, 22(3), 45–57.
Ioanid, A., Militaru, G., & Mihai, P. (2021). Social innovation through university–industry collaboration. Sustainability, 13(4), 1–15.
Ji, Y. G., Li, C., North, M., & Liu, J. (2021). Staging brand storytelling in social media: Impact on brand trust and engagement. Journal of Interactive Advertising, 21(1), 1–15.
Kavaratzis, M., & Hatch, M. J. (2021). The dynamics of place brand culture. Marketing Theory, 21(3), 351–372.
Makkar, A. (2021). Visual identity and cultural symbolism in brand design. Design Studies, 74, 101–118.
Noti, L., D’Angelo, F., & Maizza, A. (2024). Cultural heritage branding and consumer perception. Journal of Cultural Heritage Management, 14(1), 66–81.
Pigg, K. E., & Bradshaw, T. K. (2020). Catalytic community development and local identity. Community Development Journal, 55(2), 211–229.
Santosa, A., & Prabowo, H. (2021). Branding berbasis budaya lokal pada UMKM Indonesia. Jurnal Desain Komunikasi Visual Indonesia, 6(2), 87–98.
Sari, D. P., & Nugroho, A. (2022). Peran desain komunikasi visual dalam penguatan identitas merek UMKM. Jurnal Seni dan Desain, 9(1), 45–58.
Utami, R., & Hidayat, D. (2023). Storytelling visual dalam komunikasi merek berbasis budaya. Jurnal Ilmu Komunikasi, 21(2), 123–138.
Yusuf, M., & Kurniawan, A. (2024). Model pengabdian masyarakat kolaboratif berbasis co-creation. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 8(1), 15–27.